YOGYAKARTA – Program Keahlian Teknologi Farmasi (TF) SMK Muhammadiyah 1 Prambanan – Klaten melaksanakan kegiatan outing class pada Selasa (27/01) ke Eduwisata Herbal Taman Jamu Naturindo yang berlokasi di Secang, Sendangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 54 orang murid dan 6 orang guru pendamping.
Outing class ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual di luar kelas yang bertujuan untuk mengenalkan berbagai jenis tanaman obat beserta manfaatnya dalam dunia farmasi, memahami proses produksi jamu dari bahan baku hingga produk jadi, serta mengetahui standar kebersihan dan mutu dalam produksi obat tradisional. Selain itu, kegiatan ini juga mengaitkan teori farmakognosi dan teknologi sediaan obat dengan praktik di lapangan serta menumbuhkan minat kewirausahaan di bidang herbal.
Kegiatan ini diawali dengan keberangkatan dari sekolah menuju lokasi. Setibanya di Taman Jamu Naturindo, peserta mengikuti sesi pembukaan serta sambutan dari pihak pengelola, kemudian dilanjutkan dengan profil dan sejarah tempat tersebut.
Selanjutnya, peserta kegiatan mengikuti tur edukasi (plant tour) untuk mengenal berbagai jenis tanaman obat, khasiatnya, serta cara budidayanya. Pemandu menjelaskan bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan proses pengolahannya. Di sela-sela kegiatan, peserta juga mendapatkan kesempatan menikmati jamu Pancaneka yang dikenal berkhasiat membantu meningkatkan imunitas tubuh.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai proses produksi jamu, mulai dari pemilihan bahan baku, pencucucian, pengeringan, penggilingan, peracikan, hingga pengemasan produk. Murid juga diperkenalkan pada standar kebersihan, sanitasi dan mutu dalam produksi obat tradisional. Penjelasan ini disertai kegiatan observasi langsung terhaadap alat produksi serta proses pengeringaan bahan herbal.
Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti demonstrasi dan praktik perbanyakan tanaman jamu yang dipandu oleh instruktur. Setelah mendapatkan penjelasan langkah-langkahnya, peserta kegiatan dapat mempraktikkan secara langsung teknik perbanyakan tanaman tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan di joglo untuk beristirahat sambil menikmati jamu Pancanaka dan menyaksikan penayangan profil Taman Jamu Naturindo.
Selanjutnya, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengikuti tur ruang industri jamu, sedangkan kelompok kedua melaksanakan praktik pembuatan jamu serbuk. Pada tur ruang produksi, peserta memperoleh penjelasan mengenai profil industri, pengenalan bahan baku herbal, proses produksi, pengendalian mutu (quality control), higiene dan sanitasi, serta sistem penyimpanan dan distribusi produk.
Sementara itu, kelompok lainnya melakukan praktik langsung pembuatan jamu serbuk hingga tahap pengemasan. Setelah produk selesai dibuat, peserta mendapatkan penjelasan mengenai teknik pelabelan sesuai standar serta mempraktikkan secara langsung pembuatan label produk jamu.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, evaluasi, dan dokumentasi bersama sebelum seluruh peserta kembali ke sekolah.
Adapun luaran kegiatan ini meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengidentifikasi tanaman obat, memahami proses produksi, serta melakukan observasi lapangan. Kegiatan ini juga memperkuat karakter murid melalui penanaman sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta kecintaan terhadap pengobatan tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal Indonesia.
Sebagai produk kegiatan, peserta kegiatan harus menyusun laporan hasil kunjungan secara berkelompok serta mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk foto dan video. Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat murid terhadap bidang farmasi herbal dan industri jamu, sekaligus mempererat kerja sama antara SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten dengan Taman Jamu Naturindo sebagai mitra edukasi.
