PRAMBANAN – Dalam rangka mengukur ketercapaian kompetensi murid serta memastikan kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja, SMK Muhammadiyah 1 Prambanan – Klaten menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang terintegrasi dengan Uji Sertifikasi Kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Prambanan – Klaten mulai Senin (20/04) hingga Kamis (24/04). Pelaksanaan uji kompetensi ini mengacu pada standar yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memastikan kompetensi yang dicapai oleh murid sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui skema ini, proses penilaian tidak hanya melibatkan guru internal, tetapi juga melibatkan asesor luar yang berjejaring di LSP tersebut.
Pelaksanaan UKK dengan skema ini diikuti oleh murid kelas XII dari semua program keahlian, yaitu Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Teknik Komputer Jaringan dan Telekomunikasi (TJKT), serta Teknologi Farmasi (TF). Setiap program keahlian melaksanakan UKK dengan unit kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Pada program keahlian AKL, murid diuji dalam kemampuan menyusun laporann keuangan menggunakan software MYOB Accounting, menyusun presentasi laporan keuangan, ujian teori tertulis, dan melakukan pengisian pertanyaan pendukung observasi. Ketelitian, ketepatan, dan pemahaman konsep menjadi aspek utama dalam penilaian.
Sementara pada program keahlian MPLB, murid menunjukkan kompetensi dalam pengelolaan administrasi perkantoran, pengelolaan komunikasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta pemanfaatan teknologi informasi. Uji kompetensi inni mencakup penilaian kemampuan teknis dan profesional dalam memberikan layanan.
Pada program keahlian TJKT, murid melaksanakan uji kompetensi berkaitan dengan proses crimping kabel UTP (Unshielded Twisted Pair), splicing kabel fiber optic, pemasangan dan konfigurasi jaringan komputer, serta uji konektivitas jaringan WLan. Dalam hal ini, mereka diuji dalam kemampuan melakukan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan penanganan gangguan jaringan.
Adapun pada program keahlian TF, uji kompetensi yang dilakukan murid meliputi ujian tertulis, instalasi apotek, serta Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS). Melalui beberapa skema ini, murid diharapkan mampu memahami dan menerapkan prosedur kefarmasian sesuai dengan standar yang berlaku.
Seluruh rangkaian kegiatan UKK ini dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis dengan pengawasan dan penilaian yang objektif. Murid tidak hanya diuji dari sisi pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan sikap kerja sesuai bidang keahliannya masing-masing. Dengan demikian, murid yang dinyatakan kompeten berhak untuk memperoleh sertifikat kompetensi berstandar BNSP yang dapat digunakan sebagai bukti pengakuan keahlian di dunia kerja.
Melalui pelaksanaan UKK dan sertifikasi ini, SMK Muhammadiyah 1 Prambanan – Klaten berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Harapannya, mereka akan mampu bersaing secara profesional serta memiliki kesiapan yang optimal dalam menghadapi tantangan di masa depan.
